“sisipan hati mulai keruh
berfikir untuk menenangkan diri
berhayal kedepan nanti!!
huh, sayapku kurasa patah sudah “
semua datang dan pergi, tanpa bertanya dan mengatakan sesuatu,
eh tidak! mungkin bertanya sedikit tentang apa yang dia alami,
tapi tak satupun bertanya apa yang dia rasakan.
Kadang pikiran itu melantun entah kemana,
memikirkan hal yang tak perlu.
hmmmmm (hela nafas) apalah sebenarnya yang diinginkan,
banyak cerita yang tak dapat diungkapkanmungkin terlalu sulit baginya.
Malah, senang hatinya bila ditinggal sendiri. Mungkin terlalu
bodoh orang itu, membiarkannya termenung sendiri. Buta mungkin!!
Ataukan hanya bercanda dalam kisahnya,salah jika seorang
mengatakan tidak perlu, terlalu penting malah baginya untuk dilakukan.
Tapi kau bodoh, terlalu pasrah akan segalanya,
membiarkan segalanya terjadi begitu saja, membiarkan lukamu ditusuk lagi.
dia tenang, sesuatu yang berbeda. Diluar kejam, kasar,
tapi mengapa dalam hatinya tak setega itu.
harusnya cepat berlalu, tapi kurasa masih panjang.
Dia arogan, juga keras kepala. sama dengan kekasihnya1.
berapa lama??mungkin satu tahun! atau dua tahun!
atau malah tiga tahun lebih. tapi sayang,
itu sudah disadarinya akan berakhir.
cuma menunggu waktu kapan dia akan jatuh.
semakin lama angin yang dia rasakan semakin pelan,
tiada sama seperti dahulu.juga angin dihatinya!!
menyebut kan namanya sungguh terlalu sulit,
melihatnya1 adalah anugrah, tapi sayang itu terlarang untuk dilanjutkan.
kurasa dia tidak akan kuat, lebih-lebih sekarang berjauhan.
Kenapa dia sering pusing??? pertengkaran itu?? sungguh hal yang tak berguna.
tetapi bodohnya tetap ia jalani, kau1 tak sama dengannya.
hanya berbeda keberuntungan dan takdir mungkin.
dia1 (kau) tak punya hati, eh.. ada mungkin tapi
sepertinya sedikit sekali. Tak pernah sama dalam
waktu, bukan dia1 tapi kehidupannya1 itu berbeda.
mengucapkan kata maaf itu mudah.bukan punya urusan,
tapi kurasa itu tidaklah benar. dia sering sendiri menjalani hidup,
dan itupun susah. tapi dia1 hanya diam, malah tak mau tau.
kadang dia memang kejam karena keegoisannya,
tapi segalanya tak dapat dia bicarkan dengan pelan dan damai.
dia1 terlalu sering menganggap semua mudah.
Suatu saat akan berganti mungkin,
tapi aku tak tau, dan tak pernah tau.
apa yang akan dia lakukan suatu saat nanti jika sudah lelah.
endingnya, semua masih akan terus berjalan mungkin. tak tau sampai kapan.
aku, dia , kau ,dia1.
(aku melihat kalian)